Rabu, 15 Mei 2013

Teknik Pengelasan listrik

Pengaturan Arus
(1)   Hidupkan Saklar tenaga.
(2) Hidupkan Saklar mesin las (On ).
(3) Putar tuas pengatur amper untuk pengaturan ampere yang
benar atau sesuai yang dikehendaki.
(4) Lakukan sentuhan antara elektrode dengan material dasar
untuk mengetahui pengisian aliran arus listrik yang terjadi.
(5) Periksa optimalisasi arus dengan menggunakan tang amper.
(6) Matikan saklar mesin las ( Off )
Pengaturan arus dan pemeriksaan pengisian arus seperti
pada gambar III.6 dan gambar III.7.Skala penunjuk Tuas Pemutar
Gambar III.6 Pengaturan arus Gambar III.7 Pemeriksaan arus
Mesin Las Busur Listrik Mesin Las Busur Listrik
III.1.1.2. Jenis dan karakteristik dari mesin las busur listrik arus
bolak-balik
Tabel III.1 Jenis dan karakteristik mesin las busur listrik arus bolak - balik
Kecepatan dan karakteristik tiap – tiap model Mesin las busur listrik arus bolak - balik
Jenis
Besar arus sekunder (A)
Besar kecepatan penggunaan (%)
Besar tegangan muat
Tegangan tanpa muatan sekunder maks (V)
Arus sekunder Diameter kawat las yang bisa dipakai m/m
Kehilangan hambatan (V)
Kehilangan reaktan (V)
Nilai maks (A)
Nilai min (A)
AW200 200 50 30 0 0 85 200-220 <35 2 – 4
AW300 300 50 35 0 0 85 300-330 <60 2.6 – 5
AW400 400 50 40 0 0 85 400-440 <80 3 – 8
Keterangan : AW berarti atau sama dengan mesin las busur listrik arus bolak - balik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar